READNEWS.ID, MANGGARAI, – Masalah ekonomi kembali diduga menjadi pemicu warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah tragis untuk mengakhiri hidupnya.

Setelah publik dikejutkan oleh kasus serupa di Bajawa dan Ngada beberapa waktu lalu, peristiwa memilukan kembali terjadi di wilayah Manggarai. DN (60), warga Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, ditemukan tak bernyawa pada Sabtu, 21 Februari 2026, di sebuah rumah kosong milik kerabatnya yang tengah merantau.

Korban diduga nekat mengakhiri hidup akibat tekanan beban ekonomi serta jeratan utang dari koperasi harian berbunga tinggi. Selama ini, DN dikenal sebagai pribadi tertutup dan tidak pernah mengeluhkan persoalan hidupnya kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WITA oleh anak kandung korban, Elsiana Jiana.

Saat mendatangi lokasi, saksi mendapati ayahnya sudah dalam posisi tergantung pada balok atap rumah. Dalam kepanikan, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Sejumlah warga kemudian berdatangan dan berupaya menurunkan korban. Namun, ketika berhasil dievakuasi, DN dipastikan telah meninggal dunia.

Aparat dari Kepolisian Resor Manggarai yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Donatus Sare segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan kematian korban murni akibat tindakan bunuh diri dengan menggunakan tali dan rantai.

Pihak kepolisian sempat menyarankan agar jenazah divisum di RSUD Ruteng guna kepentingan administrasi dan memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, keluarga menolak prosedur tersebut. Kakak kandung korban, Bernadus Rabung, menyatakan bahwa keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan takdir, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.

Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada Senin, 23 Februari 2026. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pahit bagi masyarakat akan beratnya tekanan ekonomi yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental.

Dukungan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap bantuan psikologis dan sosial menjadi sangat penting agar tragedi serupa tidak terus berulang.