READNEWS.ID, PALU – Polemik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sulawesi Tengah kian memanas. Pernyataan Dr. Yunan Lampasio yang menyebut tidak ada kandidat yang mumpuni dan kompeten untuk memimpin KADIN Sulteng menuai reaksi keras dari sejumlah pihak.

Ketua Tim Pemenangan Gufran Ahmad for KADIN Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate, menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung mengabaikan rekam jejak para figur yang saat ini masuk dalam bursa calon Ketua Umum periode 2026–2031.

“Tiga nama yang digadang-gadang akan maju dalam kontestasi Ketua KADIN Sulteng, yakni Gufran Ahmad, Nur Rahmatu, dan Ending Hermawan, merupakan pelaku usaha sekaligus organisatoris yang berpengalaman,” ujar Hidayat, Sabtu (14/2).

Ia menegaskan, Gufran Ahmad bukan hanya kompeten, tetapi juga kapabel dalam memimpin organisasi. Hal tersebut, kata dia, tercermin dari kinerjanya sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kota Palu yang dinilai berhasil membangun tata kelola organisasi lebih profesional dan memperkuat sinergi dengan pelaku usaha serta pemerintah daerah.

Selain itu, Gufran juga dipercaya memimpin Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah. Di bawah kepemimpinannya, organisasi olahraga tersebut disebut semakin aktif dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

“Jika disebut tidak ada yang kompeten, itu jelas tidak mencerminkan fakta. Rekam jejak Gufran Ahmad konkret dan terukur,” tegas Hidayat.

Menurutnya, langkah Gufran maju sebagai calon Ketua Umum bukan tanpa dasar. Selain pengalaman organisasi, ia dinilai memiliki integritas serta komitmen kuat menjadikan KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Hidayat juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam proses pemenangan Gufran pada Musda mendatang. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghormati dinamika demokrasi organisasi dan menyerahkan penilaian akhir kepada pemegang hak suara.

“Layak atau tidak, biarlah mekanisme organisasi yang menentukan. Jangan membangun opini seolah-olah tidak ada figur yang mampu memimpin,” pungkasnya.