“Kami sangat kecewa. Selain harganya mahal sekali sampai 30 ribu, minyaknya juga bikin kompor rusak karena campur air,” tulis salah satu akun warga dalam unggahannya yang viral.

Menanggapi carut-marutnya distribusi ini, masyarakat mendesak pihak berwenang untuk memperketat pengawasan terhadap penyaluran minyak tanah di setiap pangkalan yang ada di Kecamatan Reok. Warga meminta agar proses distribusi dilakukan secara transparan guna mencegah praktik penimbunan atau manipulasi harga.

Lebih lanjut, masyarakat meminta pihak Pertamina segera turun tangan untuk melakukan penelusuran terhadap agen-agen penyalur di wilayah tersebut. Warga berharap Pertamina memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha, bagi agen atau pangkalan nakal yang terbukti melakukan pengoplosan maupun menjual harga di luar ketentuan pemerintah.