Selain dukungan gizi, perusahaan juga memberikan insentif khusus kepada kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Asisten CSR PT CAN, Ade Sunarto, mengatakan pemberian insentif dan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan motivasi kader dalam mengawal transformasi layanan kesehatan melalui skema ILP serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Kader adalah pahlawan tanpa tanda jasa di garda terdepan. Dengan memberikan insentif dan pelatihan, kami berharap motivasi mereka meningkat dalam mengawal transformasi kesehatan melalui skema ILP serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu,” ujarnya.
Dukung Transformasi Layanan Terpadu
Melalui program ini, PT CAN turut menyediakan alat kesehatan dasar seperti alat timbang digital dan tensimeter digital, perlengkapan pendukung PMT berupa kompor gas, belanga, dan blender, serta pelatihan pencatatan digital bagi kader guna mendukung sinkronisasi data kesehatan warga.
Penerapan ILP di posyandu binaan memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan dalam satu pintu layanan, mencakup bayi, remaja, dewasa, hingga lansia. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan, program ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan primer serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaan. (SYM)





