READNEWS.ID, FLORES TIMUR – Pemerintah Kabupaten Flores Timur mulai menggelar proses seleksi uji kompetensi dan evaluasi kinerja bagi para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Proses tersebut tidak hanya menjadi bagian dari mekanisme penataan birokrasi, tetapi juga momentum penyegaran organisasi melalui rotasi jabatan yang dinilai penting bagi dinamika pemerintahan daerah.

Dalam pelaksanaan seleksi yang berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah, keterbatasan ruang menjadi salah satu hal yang turut diperhitungkan panitia seleksi.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan fasilitas tambahan di aula Sekretariat Daerah sebagai ruang tunggu sekaligus tempat kerja sementara bagi para peserta yang menanti giliran mengikuti tahapan seleksi.

“Lokasi pelaksanaan uji kompetensi di ruang rapat Sekda. Tempatnya sempit, sehingga sambil menanti guiliran, para peserta di hari pertama, kedua, dan ketiga bisa berada di seputaran aula Setda, baik di dalam mapun di luar,” kata Sekda Petrus Pedo Maran.

Sebagai Ketua Panitia Seleksi, Petrus Pedo Maran menjelaskan bahwa penyediaan meja kerja di aula Setda dimaksudkan agar para pejabat yang sedang mengikuti proses seleksi tetap dapat menjalankan aktivitas kedinasan sebagaimana biasanya. Menurutnya, waktu tunggu yang relatif singkat antara satu sesi dengan sesi berikutnya masih memungkinkan peserta untuk tetap menjalankan tugas administratif maupun koordinasi dengan staf masing-masing.

Dalam praktiknya, sekretariat panitia seleksi akan menempatkan sejumlah meja kerja di aula Setda yang dapat digunakan oleh para pejabat eselon II selama menunggu giliran mengikuti uji kompetensi ataupun evaluasi kinerja. Skema tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjaga ritme kerja birokrasi agar tetap berjalan meskipun sebagian pejabat sedang menjalani proses seleksi jabatan.

“Sambil istirahat menanti giliran, sambil juga melaksanakan kegiatan rutin. Jadi mohon penyesuaian. Kita akan menyiapkan meja kerja di aula Setda ini, teman-teman tetap melaksanakan tugas bersama staf dengan metode pekerjaan yang bisa dilakukan atau disesuaikan, mengingat waktu tunggu bisa berdurasi sekitar 15 hingga 30 menit,” tandas Petrus Pedo Maran.

Seleksi yang digelar tahun 2026 ini diikuti oleh total 28 pejabat pimpinan tinggi pratama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 pejabat mengikuti proses uji kompetensi atau job fit, sementara lima pejabat lainnya menjalani tahapan evaluasi kinerja.

Di hadapan para peserta, Sekda juga mengingatkan bahwa proses seleksi tersebut sejatinya merupakan bagian dari mekanisme rotasi jabatan dalam birokrasi pemerintahan daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk memandang proses tersebut secara positif sebagai upaya penyegaran organisasi.

Menurutnya, rotasi jabatan merupakan bagian penting dalam menjaga dinamika kerja pemerintahan. Dengan adanya penyegaran posisi, organisasi diharapkan memperoleh energi baru yang dapat mendorong peningkatan kinerja pelayanan publik.

“Kita mesti bersuka cita karena ini hanya rotasi. Kita mesti bersyukur, kesegaran itu dibutuhkan. Kalau bahasanya Kadis Nakertrans, momen ini adalah momen refreshing,” ujarnya.

Lebih jauh, Petrus Pedo Maran juga meminta para pejabat yang mengikuti seleksi agar mampu memaknai proses tersebut secara konstruktif. Ia berharap seluruh tahapan yang berlangsung dapat dijalani dengan suasana yang penuh optimisme, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para pejabat dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kinerja birokrasi.

Dalam pandangannya, proses evaluasi maupun uji kompetensi bukan semata-mata persoalan pergantian posisi, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif dan profesional. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya menjaga suasana seleksi tetap kondusif dan dilandasi semangat kebersamaan