READNEWS.ID, BANGKALAN — Hidayah Allah SWT kembali menjadi kisah yang menggetarkan hati seorang pemuda asal Surabaya, Andri Lambok Simatupang, dengan penuh kesadaran dan kemantapan hati mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam di Masjid Pondok Pesantren Al-Anwar, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Rabu (19/8/2026).
Prosesi pensyahadatan tersebut dipandu langsung oleh Dr. K.H. Muhlis Muhsin, pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar. Andri hadir dengan didampingi sejumlah rekan-rekannya yang turut menyaksikan secara langsung momen sakral tersebut.
Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, Andri terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar ajaran Islam. Setelah melalui proses belajar dan berdiskusi, ia akhirnya merasa mantap untuk memilih Islam sebagai jalan hidupnya.
Ketertarikan Andri terhadap Islam tumbuh setelah dirinya banyak berdiskusi dan belajar agama dari rekan-rekan kerjanya. Ia mengaku kagum terhadap keindahan ajaran Islam yang menurutnya mengajarkan nilai-nilai perdamaian, kasih sayang, serta kebaikan kepada seluruh makhluk.
“Saya terpana usai belajar agama Islam dari rekan-rekan kerja. Banyak hal baik yang bisa saya pelajari dan hal ini membuat saya yakin untuk memeluk agama Islam,” ungkap Andri.
Dengan suasana penuh haru, Andri kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar dan para saksi. Momen tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan spiritualnya untuk memulai kehidupan sebagai seorang Muslim.
“Saya sangat senang karena sudah memeluk agama Islam. Hal ini membuat saya tak terasa mengeluarkan air mata karena saking terharunya,” kata Andri dengan penuh haru.
Usai prosesi syahadat, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar menyerahkan sertifikat mualaf kepada Andri sebagai tanda telah mengikuti prosesi pengucapan dua kalimat syahadat.
Momen tersebut berlangsung khidmat dan penuh suasana religius. Bagi Andri, keputusan memeluk Islam bukan sekadar perubahan keyakinan, melainkan sebuah perjalanan hati yang lahir dari proses belajar, berdiskusi, memahami ajaran agama, hingga akhirnya menemukan ketenangan dan keyakinan.
Kisah Andri menjadi gambaran bahwa hidayah dapat hadir melalui berbagai jalan. Dari pertemanan, proses belajar, hingga perenungan terhadap nilai-nilai kehidupan, seseorang dapat menemukan jalan yang diyakininya sebagai kebenaran.
Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, Andri kini memulai lembaran baru dalam kehidupannya sebagai seorang Muslim, dengan harapan dapat terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam yang menjunjung tinggi perdamaian, kasih sayang, dan kebaikan.





