READNEWS.ID, POSO – Secara tegas pemodal dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Made Kajeng, membantah isi video yang beredar di TikTok melalui akun Prabu Center yang dinilai menyudutkan dirinya dalam polemik pengelolaan dapur MBG setempat.
Lebih ironi lagi sang host selaku pihak yang melakukan wawancara dengan pihak mitra seperti tidak memahami persoalan yang sebenarnya terjadi dan terkesan memihak pihak mitra. Hal ini jauh dari azas perimbangan dalam kaidah jurnalis.
Dikatakan Made, tudingan dirinya mengambil paksa peralatan dapur secara tiba-tiba tidak benar dan telah memutarbalikkan fakta.
“Isi video tersebut telah memutarbalikkan fakta dan terkesan menyudutkan saya,” ujar Made saat ditemui di kediamannya di Kota Poso, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan, sebelum melakukan penarikan sebagian peralatan dapur, pihaknya terlebih dahulu menyurati Pemerintah Desa Patiwunga pada 8 Januari 2026 untuk meminta dilakukan mediasi dengan Olga Bawer selaku mitra dapur MBG.
Mediasi kemudian digelar pada 9 Januari 2026 di Kantor Desa Patiwunga dan dihadiri Korwil BGN Kabupaten Poso, Kepala SPPG Patiwunga, Kepala Desa, Kapolsek, Danramil yang diwakili Babinsa, serta Camat Poso Pesisir Selatan yang diwakili Sekcam.
Menurut Made, dalam mediasi tersebut Olga Bawer yang didampingi kuasa hukumnya awalnya hanya bersedia mengembalikan modal yang telah dikeluarkan investor tanpa melanjutkan kerja sama sesuai kesepakatan awal. Namun, di tengah pembahasan, mitra disebut kembali menyetujui kerja sama awal.
Meski demikian, Made mengaku mengusulkan adanya pihak ketiga sebagai pengelola yang dipercaya kedua belah pihak guna menghindari konflik serupa di kemudian hari. Usulan itu, kata dia, ditolak oleh pihak mitra sehingga mediasi tidak menghasilkan kesepakatan.
“Pertemuan mediasi tanggal 9 Januari 2026 itu tidak menemukan kesepakatan,” tegasnya.
Upaya lanjutan dilakukan melalui pertemuan di Polsek Poso Pesisir Selatan pada 27 Januari 2026.
Namun dalam pertemuan tersebut, mitra dapur hanya diwakili kuasa hukumnya dan tetap bersikukuh pada pengembalian modal tanpa pembagian hasil.
Made juga menegaskan, seluruh pengadaan peralatan dapur merupakan tanggung jawabnya sebagai investor.
Ia mengakui telah menarik sebagian peralatan, namun membantah tudingan bahwa seluruh isi dapur diambil.
“Tidak semua saya tarik. Hanya sebagian seperti ompreng, tabung gas elpiji, rice steamer, lemari kantor, meja kantor, meja panjang dapur, dan lainnya. Masih ada peralatan yang tersisa di dapur MBG,” jelasnya.
Atas persoalan tersebut, Made menyatakan akan meminta keadilan kepada pihak terkait dan dalam waktu dekat berencana mendatangi BGN pusat untuk menyampaikan kronologis kejadian versi dirinya.
Sebelumnya, beredar video wawancara dengan Olga Bawer yang diunggah akun TikTok Prabu Center. Dalam video tersebut disebutkan terjadi pengambilan paksa peralatan dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Patiwunga oleh pihak pemodal. (SYM)





