Pesawat Boeing 737 intai maritim milik TNI AU mempunyai durasi terbang selama 3 jam nonstop serta dapat menjelajah sejauh 2.400 kilometer sehingga sangat sesuai untuk digunakan dalam berbagai misi intai. Khususnya maritim.

Boeing 737 Surveillance Skadron Udara 5 juga telah dilengkapi dengan sensor kamera resolusi tinggi MX-20HD.

Kamera ini mampu melakukannya tugas intelijen pengawasan dan pengintaian yang dilakukan oleh pesawat patroli maritim dengan ketinggian 35.000 kaki atau setara dengan 10,6 kilometer.

Kamera ini juga mampu melakukan misi pengawasan yang dilakukan secara 24 jam terus menerus dengan wide angle zoom.

Diketahui, Pesawat Boeing 737-200 ini juga pernah dikerahkan Lanud Sultan Hasanuddin untuk mencari pesawat smart air yang hilang kontak dan diduga jatuh di Nunukan Kalimantan Utara Maret 2024 lalu.