READNEWS.ID, MANGGARAI – Dinamika demokrasi di tingkat akar rumput Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan akan memanas pada tahun 2026 ini. Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menetapkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan diikuti oleh 44 desa di 12 kecamatan.
Perhelatan besar ini direncanakan berlangsung sekitar bulan Oktober hingga November 2026. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Manggarai, Tarsi Asong, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang intens menyusun jadwal dan tahapan pelaksanaan untuk segera dikonsultasikan kepada Bupati.
Mantan Camat Reok Barat tersebut menegaskan bahwa target utama pemerintah adalah memastikan pelantikan kepala desa terpilih dilakukan sebelum 20 Desember 2026, agar penandatanganan regulasi anggaran tahun berikutnya dapat langsung dilakukan oleh kepala desa definitif.
Momentum demokrasi ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, termasuk dari sektor profesional. Salah satu figur muda yang menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung adalah Adrianus Paju, jurnalis aktif dari media Beritaflores.com. Pria yang akrab disapa Andi Paju ini secara terbuka mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Barang, Kecamatan Cibal.
Saat ini, Andi tengah gencar membangun komunikasi intensif dengan keluarga serta konstituen di desa tersebut. Baginya, keikutsertaan dalam kontestasi ini bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan sebuah panggilan moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya melalui persiapan visi dan misi yang matang serta terukur.
Membawa semangat perubahan, Andi menekankan pentingnya integritas bagi seorang pemimpin desa di era modern. Sebagai Redaktur Pelaksana yang terbiasa bersikap kritis, ia berpendapat bahwa seorang kepala desa harus memiliki prinsip yang kuat dan konsistensi antara perkataan dan perbuatan demi meraih legitimasi masyarakat.
Menurutnya, tata kelola desa saat ini tidak boleh hanya terjebak pada urusan administratif dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menggali potensi lokal yang ada. Andi berkomitmen untuk mengoptimalkan kinerja aparatur desa sebagai mesin penggerak pemerintahan yang transparan, melayani, dan taat pada asas penyelenggaraan yang bebas dari praktik KKN.
Dengan tagline “Ayo Bersama Bangun Desa Barang Lebih Baik: Inovasi, Solutif Tanpa Syarat”, Andi menawarkan pendekatan baru dalam memimpin. Salah satu fokus utamanya adalah menjadi pemberi solusi atas masalah kronis warga, seperti kelangkaan pupuk subsidi bagi petani.
Ia berencana membangun kolaborasi strategis dengan distributor dan melakukan verifikasi data kebutuhan petani jauh sebelum musim tanam dimulai. Selain itu, Andi juga menyoroti optimalisasi BUMDes dan pengelolaan aset desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa, terutama di tengah kebijakan pemangkasan anggaran dana desa dari pemerintah pusat.
Gebrakan yang ditawarkan Andi mencakup enam poin strategis, mulai dari pengelolaan aset desa, menghidupkan kembali lumbung pangan melalui pertanian basah dan kering, hingga meningkatkan partisipasi warga dalam setiap kebijakan melalui prinsip musyawarah mufakat.
Ia meyakini bahwa inovasi seorang pemimpin di tingkat desa adalah kunci untuk mendukung komitmen pemerintah pusat dalam membangun daerah dari hilir. Dengan persiapan yang matang dan kerja nyata, Andi optimistis mampu mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa Barang yang inovatif, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.





