Pendampingan menjadi bagian penting karena persoalan UMKM tidak berhenti pada akses pembayaran. Pelaku usaha juga membutuhkan pemahaman mengenai pembiayaan, pengelolaan usaha, serta strategi mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak sekadar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi mulai bergerak menuju usaha yang lebih modern, adaptif, dan memiliki daya saing.
PLUT-KUMKM Sulteng pun terus mengambil peran sebagai ruang konsultasi dan pendampingan, sementara Bank Sulteng menjadi salah satu pintu akses layanan keuangan bagi pelaku usaha.
Kolaborasi keduanya menjadi sinyal bahwa digitalisasi pembayaran dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM Sulawesi Tengah untuk naik kelas.





