READNEWS.ID, PALU – Dinamika bursa calon Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng) kian menghangat. Selain sejumlah nama yang telah lebih dulu mencuat, sosok Irjen. Pol. Dr. Andry Wibowo kini turut menjadi perbincangan publik sebagai kandidat potensial pengganti Irjen. Pol. Endi Sutendi yang akan memasuki masa purna bhakti.

Nama Andry Wibowo mulai diperhitungkan dalam kontestasi internal Polri, seiring rekam jejak panjangnya di bidang reserse serta pengalaman strategis di berbagai posisi penting. Sejak 30 Maret 2023, ia mengemban amanah sebagai Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini dikenal sebagai perwira tinggi dengan latar belakang kuat di bidang penegakan hukum. Jabatan terakhirnya sebelum di Kemenko Polhukam adalah Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menariknya, Sulawesi Tengah bukan wilayah yang asing bagi Andry. Ia pernah bertugas sebagai Kabagbinops Roops Polda Sulteng pada tahun 2011, sehingga dinilai memahami karakteristik wilayah serta tantangan keamanan di daerah tersebut. Pengalamannya dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Poso pada 2011–2012 juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Di kalangan internal maupun eksternal, Andry dikenal sebagai sosok yang komunikatif, ramah, dan mudah berbaur. Hubungannya yang baik dengan insan pers di berbagai daerah penugasan turut membentuk citra positif sebagai pemimpin yang terbuka.

Pria kelahiran 12 Juni 1971 ini juga menorehkan berbagai prestasi gemilang. Di antaranya, predikat Kabinda Terbaik 2022 berdasarkan penilaian Komisi I DPR RI, serta keberhasilan dalam sejumlah pengungkapan kasus besar, mulai dari tindak pidana pembunuhan hingga narkotika di berbagai wilayah tugasnya.

Rekam Jejak Pendidikan dan Karier

Dalam hal akademik, Andry Wibowo memiliki latar pendidikan yang mumpuni. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Kepolisian di PTIK, dua program magister di bidang Hukum Pidana (Universitas Padjadjaran) dan Kajian Ilmu Kepolisian (Universitas Indonesia), serta meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Saat ini, ia juga tengah menempuh studi doktoral riset di bidang Kajian Strategik Global di Universitas Indonesia.

Kariernya di Polri terbilang lengkap, mulai dari level operasional hingga strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Koja, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kapolres Bengkalis, hingga Kapolres Metro Jakarta Timur. Di tingkat pusat, ia juga dipercaya sebagai Penyidik Utama di Bareskrim Polri serta mengemban berbagai posisi penting di lembaga pendidikan dan pembinaan Polri.

Di kancah internasional, Andry turut mencatatkan pengalaman sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Bosnia Herzegovina (1998–1999), serta mengikuti berbagai pelatihan di negara seperti Italia, Australia, Kanada, Jepang, dan Thailand.

Prestasi dan Penghargaan

Sejumlah capaian penting pernah diraih sepanjang kariernya, di antaranya:

  • Pengungkapan kasus pembunuhan misterius di NTT
  • Pengungkapan kasus narkoba pertama di NTT
  • Penghargaan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI atas penanganan premanisme di kawasan industri Bekasi
  • Kasat Reskrim Terbaik Polda Metro Jaya (2005–2006)
  • Kapolres Terbaik dalam pengamanan Pemilu 2014
  • Kabinda Terbaik 2022

Ia juga menerima berbagai tanda jasa, termasuk Satyalancana Kesetiaan, Satyalancana Bhayangkara, hingga penghargaan internasional seperti United Nations Service Medal.

Dengan kombinasi pengalaman lapangan, kapasitas akademik, serta jejaring nasional dan internasional, Andry Wibowo dinilai memiliki modal kuat untuk memimpin Polda Sulawesi Tengah.

Meski demikian, penentuan Kapolda merupakan kewenangan penuh Kapolri dengan persetujuan Presiden, sehingga publik masih menunggu keputusan resmi terkait siapa yang akan dipercaya mengemban jabatan strategis tersebut.

Satu hal yang pasti, kemunculan nama Irjen. Pol. Dr. Andry Wibowo semakin menambah dinamika dan warna dalam bursa calon Kapolda Sulteng yang kini terus menjadi sorotan.