READNEWS.ID, LUWU TIMUR – Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak Polda Sulsel investigasi sumber tercemarnya air Sungai Malili, Luwu Timur (Lutim), di duga berasal dari aktifitas pertambangan PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) di Kabupaten Luwu Timur.
Kepala Departemen eksternal WALHI Sulsel, Rahmat Kottir, tercemarnya sungai Malili sudah seringkali terjadi yang menyebabkan sumber air dan wilayah tangkap masyarakat, terkontaminasi lumpur yang diduga bersumber dari aktifitas pertambangan PT. CLM.
“Kami mendesak Polda Sulawesi Selatan untuk segera melakukan investigasi terhadap kualitas air yang ada di sungai malili,” ucap Kottir, Sabtu (29/06/2024) .
Menurutnya, sungai malili tercemar akibat limbah tambang nikel yang diduga milik PT. CLM. Selain melakukan investigasi kualitas air.
Atas hal itu, Khottir juga meminta Polda Sulsel memeriksa para petinggi PT. CLM.
Khottir juga mengatakan, sejauh ini Walhi Sulsel melakukan pendampingan di masyarakat yang terdampak pertambangan, dimana bantuan perusahaan hanyalah iming-iming perusahaan agar masyarakat tidak melakukan protes.
“Kami menilai bantuan usaha yang ditawarkan oleh perusahaan tidak pernah tepat sasaran,” ucapnya.