Demikian halnya yang diutarakan aktivis kemanusiaan dan Jurnalisme citizen Moh. Raslin saat ditemui awak media. Bahwa dirinya akan kembali menyuarakan suara hati masyarakat penyintas.

“Saya akan berteriak lantang! Dan tak akan berhenti menyuarakan jerit pilu masyakat penyintas. Sudah menahun kami berjuang, tak sedikitpun kami berfikir lelah apalagi berhenti. Sampai apa yang kami cita-citakan terwujud,” tegasnya.

Sementara itu Direktur LBH Garda Keadilan Nusantara (GKN) Aceng Lahay mendesak seluruh unsur terkait, eksekutif, legislatif hingga yudikatif untuk segera melakukan rapat koordinasi, membahas kelanjutan nasib penyintas Pasigala

“Sebenarnya masalah ini bisa tuntas jika memang ada keinginan yang sungguh-sungguh menuntaskan problem yg dihadapi penyintas Layana, hutan kota, mamboro, dan lainnya. Mari rembukan, libatkan semua stakeholder agar permasalahan ini tidak semakin berlarut-larut,” terang Aceng Lahay.

Untuk diketahui rombongan aksi demo yang mengatas namakan Forum Penyintas Pasigala ini melakukan aksinya sejak kemarin. Senin, (20/11/2023) dengan mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng serta Bank Sulteng. Masa aksi menyuarakan kekecewaannya terhadap aliran dana CSR Bank Sulteng yang mengalir ke institusi penegak hukum. (mrh)