Minggu, 14 Jul 2024
xPasang iklan readnews
Iklan di ReadNews Pasti Untung

Bongkar Rumah Tetangga, Warga Rianiate Curi Motor untuk Kebutuhan Hidup

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jul 2024 02:18 0 55 Muhammad Reza Fahlevi

READNEWS.ID, TAPANULI SELATAN – Demi menyambung kebutuhan hidup, yang tinggal di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, , S (30), nekat bongkar Rumah tetangga dan curi sepeda motor.

Pasang Iklan

Tak hanya bongkar Rumah dan curi sepeda motor, karena kalap untuk memenuhi kebutuhan hidup, warga Rianiate ini juga nekat menggondol uang tunai milik tetangga. Adapun yang jadi korbannya, adalah tetangga dekat tempat ia tinggal, Sawal Lubis.

Kapolsek Toru, Iptu RN Tarigan, SH, Jumat (05/07/) sore menerangkan, awal mula timbul niat S untuk membongkar Rumah Sawal terjadi pada Rabu (12/06/2024) pagi lalu. Pagi itu, S ke luar dari Rumahnya hendak menuju ke Warung kopi.

“Namun saat berjalan kaki menuju Warung, pelaku (S-red) melintas di depan Rumah korban (Sawal). Pelaku melihat, korban ke luar dari Rumahnya. Tapi saat itu, pelaku tetap melanjutkan minum kopi di Warung,” kata Kapolsek.

Pasang Iklan

Di Warung kopi, timbul niat jahat S untuk merangsek masuk ke dalam Rumah Sawal. Dua jam berlalu, S pulang ke Rumah dan mengambil besi pahat guna mencongkel pintu ataupun jendela kediaman Sawal.

Kebetulan, jarak kediaman S dan Sawal, hanya berkisar 50 Meter saja. Lalu, S menuju belakang Rumah Sawal sembari melihat situasi sekitar. Karena melihat Rumah dalam keadaan sunyi, S pergi ke samping dan mencongkel jendela yang terkunci untuk masuk.

“Di dalam Rumah itu, pelaku melihat sepeda motor korban yang terparkir. Pelaku, berupaya mengeluarkan sepeda motor korban sembari mencari STNK asli, kunci kontak, dan uang tunai,” terang Kapolsek.

“Setelah memperoleh barang-barang tersebut, pelaku mengeluarkan sepeda motor korban lewat pintu belakang (dapur). Selanjutnya, pelaku membawa sepeda motor itu ke Desa Mompang Julu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing ,” tambah Kapolsek.

Saat menuju , S melewati Padangsidimpuan. Setiba di Desa Mompang Julu, S melihat tempat jual-beli sepeda motor bekas. Kemudian, S menawarkan sepeda motor itu ke pemilik tempat jual-beli tersebut.

Menjual Sepeda Motor Curian

Awalnya, pemilik tempat jual-beli itu tidak menerima sepeda motor tersebut, karena S hanya membawa STNK saja. Namun, S menjanjikan ke pemilik tempat jual-beli akan membawa BPKB sepeda motor itu tiga hari kemudian.

“Pemilik tempat jual-beli itu pun setuju. Mereka sepakat jual-beli sepeda motor itu seharga Rp6,5 juta. Kemudian, pemilik tempat jual-beli memanjar sepeda motor Rp3,5 juta. Sisanya, akan ia bayarkan setelah pelaku membawa BPKB,” tutur Kapolsek.

Uang Penjualan untuk Kebutuhan Hidup

Lalu, S pulang ke Rumahnya dengan menaiki ke arah . Setiba di Rumahnya, S menyerahkan uang Rp3,5 juta hasil penjualan sepeda motor curian tersebut kepada istrinya.

“Dan sepengetahuan pelaku, uang tersebut sudah habis terpakai untuk kebutuhan sehari-hari bersama keluarga,” urai Kapolsek.

Selang beberapa waktu atau persisnya pada Rabu (03/07/2024) sore, Sawal bersama beberapa orang mendatangi S yang saat itu tengah bekerja menjadi buruh bangunan di salah satu Rumah warga. Sawal, menanyakan terkait keberadaan sepeda motornya.

Tak sempat menjawab, menurut S, ia sudah mendapat bogem mentah karena pihak Sawal dan beberapa orang lainnya sudah merasa kesal. Tak sampai di situ, Sawal membawanya ke Rumah Lurah Rianiate.

Di Rumah Lurah Rianiate, S mengakui telah mengambil sepeda motor Sawal. Kemudian, guna proses lebih lanjut, Sawal menyerahkan S kepada Polsek Batang Toru. Atas ulahnya, S disangkakan dengan Pasal 363 Subsidair 362 KUHPidana.

“Adapun ancaman hukuman yang bakal menanti pelaku yaitu maksimal penjara 7 tahun,” pungkas Kapolsek menutup.

Muhammad Reza Fahlevi

xAyu Octa Lip care Serum