“Pertemuan mediasi tanggal 9 Januari 2026 itu tidak menemukan kesepakatan,” tegasnya.

Upaya lanjutan dilakukan melalui pertemuan di Polsek Poso Pesisir Selatan pada 27 Januari 2026.

Namun dalam pertemuan tersebut, mitra dapur hanya diwakili kuasa hukumnya dan tetap bersikukuh pada pengembalian modal tanpa pembagian hasil.

Made juga menegaskan, seluruh pengadaan peralatan dapur merupakan tanggung jawabnya sebagai investor.

Ia mengakui telah menarik sebagian peralatan, namun membantah tudingan bahwa seluruh isi dapur diambil.

“Tidak semua saya tarik. Hanya sebagian seperti ompreng, tabung gas elpiji, rice steamer, lemari kantor, meja kantor, meja panjang dapur, dan lainnya. Masih ada peralatan yang tersisa di dapur MBG,” jelasnya.

Atas persoalan tersebut, Made menyatakan akan meminta keadilan kepada pihak terkait dan dalam waktu dekat berencana mendatangi BGN pusat untuk menyampaikan kronologis kejadian versi dirinya.

Sebelumnya, beredar video wawancara dengan Olga Bawer yang diunggah akun TikTok Prabu Center. Dalam video tersebut disebutkan terjadi pengambilan paksa peralatan dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Patiwunga oleh pihak pemodal. (SYM)