“Sebagian sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya baik. Sisanya masih dalam pemantauan tenaga medis, namun semuanya tertangani dengan baik,” jelas Hexawan.

Dinas Kesehatan Jombang kini tengah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Surabaya.

Sampel yang diambil meliputi makanan rawon yang dimasak pihak pondok, telur asin yang turut disajikan, serta sampel muntahan dari para santri. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan sumber dugaan keracunan.

“Penyebab pastinya masih kami telusuri. Rawon diketahui dimasak oleh pihak pondok, sementara asal telur asin masih kami dalami apakah dari SPPG atau dari pondok,” tegasnya.

Pihak Dinas Kesehatan memastikan seluruh santri dalam kondisi sadar dan terus mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab kejadian tersebut.

Peristiwa ini turut menjadi perhatian karena salah satu menu yang dikonsumsi santri berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan bersama instansi terkait kini melakukan pendataan dan pengawasan lebih lanjut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Cinta