Menurut om Kadir, penyelesaian melalui jalur hukum merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia berharap kedua belah pihak tetap mengedepankan komunikasi dan menjaga kondusivitas daerah agar masyarakat tidak terus disuguhi konflik politik yang berkepanjangan.
“Kalau bisa duduk bersama, kenapa harus terus saling menyerang? Rakyat sudah lelah dengan konflik. Kami ingin melihat pemimpin bersatu membangun Sigi, bukan saling menjatuhkan,” tuturnya.
Ia pun berharap seluruh tokoh politik di Kabupaten Sigi dapat menahan diri dan mengedepankan etika kepemimpinan. Menurutnya, jabatan boleh berganti, tetapi persatuan masyarakat harus tetap dijaga.
“Perbedaan pendapat itu biasa. Tapi jangan sampai membuat rakyat terbelah. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah kerja nyata, keteladanan, dan persatuan untuk membangun Sigi menjadi lebih baik,” pungkasnya.





