READNEWS.ID, SAMPANG – Manajemen SPBU Jrengik Bancelok menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden penolakan pengisian bahan bakar minyak (BBM) terhadap sebuah ambulans yang sedang mengangkut jenazah pada Selasa (7/7). Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah dinilai tidak mencerminkan pelayanan yang mengedepankan aspek kemanusiaan dalam situasi darurat.

Insiden itu melibatkan ambulans milik keluarga besar Madas Sedarah yang tengah membawa jenazah. Saat hendak mengisi BBM di SPBU Jrengik Bancelok, ambulans tersebut dilaporkan tidak memperoleh pelayanan, sehingga memicu beragam tanggapan dari masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Menanggapi kejadian tersebut, Manajer SPBU Jrengik Bancelok, Yadi, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum, jajaran pengurus Madas Sedarah, serta seluruh masyarakat yang merasa prihatin atas insiden tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap petugas maupun prosedur pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Yadi.

Menurutnya, pihak manajemen berkomitmen melakukan pembinaan kepada seluruh petugas agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai standar pelayanan, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat dan situasi yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Evaluasi tersebut juga akan mencakup penguatan mekanisme pengambilan keputusan di lapangan sehingga petugas mampu bertindak secara profesional tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan khusus.

Sementara itu, Ketua DPC Madas Sedarah Sampang, Abdul Muis, menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut. Ia menilai ambulans yang sedang menjalankan misi kemanusiaan, terlebih membawa jenazah, seharusnya mendapatkan pertimbangan khusus dalam pelayanan.

“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dalam kondisi darurat, terutama ketika ambulans membawa jenazah, pelayanan hendaknya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sehingga kejadian serupa tidak kembali dialami masyarakat,” kata Abdul Muis.

Ia juga mengapresiasi sikap terbuka manajemen SPBU yang telah menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen melakukan evaluasi internal. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan menjadi awal perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Manajemen SPBU Jrengik Bancelok menegaskan akan memperkuat pembinaan terhadap seluruh petugas agar mampu menjalankan prosedur operasional dengan tetap mempertimbangkan aspek profesionalisme, kepatuhan terhadap aturan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.