READNEWS.ID, BANGKALAN – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan menggelar kegiatan Sekolah Anggaran guna meningkatkan kapasitas kader dalam memahami serta mengawal kebijakan anggaran daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Maret 2026, bertempat di Aula Disperinaker Bangkalan.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 12 kader PMII mengikuti proses pembelajaran secara intensif. Para peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari perencanaan anggaran daerah, mekanisme pengawasan kebijakan publik, hingga teknik analisis terhadap arah pembangunan daerah.
Ketua PC PMII Bangkalan, Abdul Holik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan kader dalam membaca dinamika kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Senin, (9/3/2026).
Menurutnya, kader PMII tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas intelektual untuk memahami serta mengawasi kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menjelaskan, melalui Sekolah Anggaran para kader dibekali pemahaman menyeluruh mengenai proses penyusunan hingga implementasi APBD di daerah.
“Kader harus memahami bagaimana proses perencanaan anggaran, ke mana alokasinya diarahkan, serta apakah anggaran tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya
Holik juga menilai kondisi pembangunan di Kabupaten Bangkalan masih menghadapi sejumlah tantangan. Ia menyebut beberapa sektor pembangunan di daerah tersebut dinilai belum menunjukkan capaian yang optimal jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan kader PMII dalam memahami berbagai persoalan daerah, terutama yang berkaitan dengan kebijakan anggaran pembangunan.
Menurutnya, APBD merupakan instrumen utama dalam menjalankan pembangunan daerah. Tanpa pengawasan yang baik, anggaran berpotensi tidak tepat sasaran atau tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Ketika kader memahami struktur APBD, mereka bisa melihat apakah program pembangunan sudah tepat sasaran atau justru masih menyisakan persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PC PMII Bangkalan berharap para kader mampu memiliki kemampuan analisis yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“PMII juga menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader yang berperan sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.” pungkasnya.





