READNEWS.ID, PALU – Dugaan penyalahgunaan pengelolaan kas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Sulteng di Kabupaten Poso akhirnya berbuntut tindakan tegas. Setelah melakukan investigasi internal, Bank Sulteng mengungkap adanya keterlibatan dua oknum pegawai yang diduga menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan kas ATM.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem perbankan. Namun, Bank Sulteng menegaskan bahwa dugaan fraud tersebut merupakan tindakan individu dan tidak mencerminkan tata kelola perusahaan secara keseluruhan.
Dalam keterangan resminya, Bank Sulteng menyebut telah bergerak cepat sejak menerima informasi terkait dugaan penyimpangan tersebut. Seluruh dokumen dan data yang berkaitan dengan kasus langsung diamankan, disertai investigasi internal dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
Hasil pemeriksaan internal menemukan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh dua orang pegawai. Tanpa kompromi, keduanya langsung dijatuhi sanksi pemecatan sesuai ketentuan perusahaan. Tidak berhenti di sana, Bank Sulteng juga memastikan proses hukum terhadap kedua oknum tersebut akan terus berjalan.
Langkah tegas ini disebut sebagai implementasi kebijakan Zero Tolerance Against Fraud, yakni tidak memberikan ruang bagi segala bentuk kecurangan, penyalahgunaan jabatan, maupun tindakan melawan hukum yang dapat merugikan bank, nasabah, dan masyarakat.
Di balik terungkapnya kasus tersebut, Bank Sulteng juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional pengelolaan kas ATM. Penguatan sistem pengamanan, pengawasan internal, serta mekanisme mitigasi risiko menjadi fokus agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Meski dugaan fraud mencuat ke publik, Bank Sulteng menegaskan bahwa dana simpanan nasabah tetap aman. Operasional perbankan berjalan normal, sementara sistem pengendalian internal dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) tetap diterapkan secara ketat.
Manajemen Bank Sulteng juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Bank memastikan perlindungan terhadap dana nasabah tetap menjadi prioritas utama dan seluruh layanan perbankan tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan internal di sektor perbankan harus terus diperkuat. Di sisi lain, langkah cepat Bank Sulteng mengungkap dugaan penyimpangan, menjatuhkan sanksi kepada oknum yang terlibat, serta membawa perkara ke jalur hukum menjadi ujian nyata atas komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.





