Selasa, 23 Apr 2024
xPasang iklan readnews
Iklan di ReadNews Pasti Untung

Ditjen Imigrasi dan Bank Mandiri Kerja Sama Mudahkan Pemohon Golden Visa

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Des 2023 16:26 0 90 Abd Latif

READNEWS.ID, Negara Asing () yang mengajukan Golden Visa di akan mendapatkan kemudahan baru. Bank Mandiri dan Direktorat Jenderal Imigrasi telah menjalin kerja sama untuk memfasilitasi pembukaan rekening bank secara dari negara asal para pemohon.

Pasang Iklan

Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa, (05/12/2023) melalui penandatanganan perjanjian yang melibatkan Direktur Jenderal Imigrasi, , dan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi.

Menurut Silmy Karim, layanan aplikasi Livin' by Mandiri untuk keimigrasian diharapkan akan tersedia pada Februari 2024.

“Kerjasama ini juga menjawab 2 (dua) dari 4 (empat) tugas yang diberikan saat menunjuk saya untuk menjabat sebagai yaitu golden visa dan digitalisasi layanan keimigrasian,” ungkapnya.

Pasang Iklan

Golden Visa, yang memberikan izin tinggal selama 5 hingga 10 tahun, menjadi dasar untuk mendukung perekonomian nasional. Visa ini mensyaratkan WNA untuk menginvestasikan dana di Indonesia, yang harus disimpan atau diendapkan di bank yang beroperasi di Indonesia.

Integrasi antara portal visa elektronik Direktorat Jenderal Imigrasi dan layanan perbankan Livin by Mandiri diharapkan dapat memberikan kepraktisan bagi WNA dan efektivitas serta efisiensi proses permohonan Golden Visa bagi .

Pemohon Golden Visa dapat membuka rekening Bank Mandiri melalui aplikasi Livin', dan jaminan keimigrasian dapat langsung disetorkan melalui rekening tersebut.

“Kita akan sangat terbantu dengan skema ini, terutama dalam mempermudah proses permohonan sampai Golden Visa terbit, bahkan dalam hal memantau dana pemegang Golden Visa yang disimpan tetap sesuai dengan persyaratan, semuanya dikelola oleh sistem,” kata Silmy.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, berharap bahwa kemudahan dan keamanan bertransaksi yang ditawarkan oleh layanan ini dapat meningkatkan kualitas layanan publik Direktorat Jenderal Imigrasi kepada para WNA dan meningkatkan minat para WNA untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

“Digitalisasi pada layanan publik harus terlaksana dengan baik karena digitalisasi adalah solusi untuk memudahkan dan mempercepat proses dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik. Ditambah, digitalisasi juga mempersempit peluang terjadinya penyimpangan. Ini modal penting dalam proses mewujudkan Indonesia menjadi negara yang semakin maju,” tambah Silmy. (al)

xPasang iklan readnews