READNEWS.ID, METROPOLITAN – Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum memberikan klarifikasi seputar ramainya pembicaraan negatif di media sosial terkait salah seorang jaksa, Jovi Andrea Bachtiar, SH. Dalam pernyataannya, Kejaksaan Agung menegaskan bahwa masyarakat seharusnya melihat persoalan ini secara utuh dan tidak terpancing oleh narasi yang disampaikan Jovi Andrea melalui media sosial.
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa tidak ada upaya kriminalisasi terhadap Jovi Andrea sebagai pegawai lembaga tersebut. Justru, menurut penjelasan resmi ini, Jovi Andrea dianggap “mengkriminalisasi dirinya sendiri” melalui tindakan yang dilakukannya, yang kini tengah berurusan dengan proses hukum. Kejaksaan Agung pun menyatakan bahwa Jaksa Jovi berupaya membelokkan isu yang sesungguhnya terjadi, yang kemudian memicu perpecahan opini masyarakat di platform-platform media sosial.
Dua Perkara yang Dianggap Bermasalah
Kejaksaan Agung memaparkan bahwa ada dua permasalahan utama yang tengah dihadapi Jovi Andrea, yakni persoalan pidana dan tindakan disiplin sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kejaksaan menegaskan bahwa persoalan ini murni bersifat pribadi antara Jovi Andrea dan korban, Nella Marsella, seorang PNS di Kejari Tapsel, dan tidak berhubungan dengan institusi tempatnya bekerja. Namun demikian, Jovi Andrea disebut berusaha menggiring isu yang melibatkan tuduhan penyalahgunaan mobil dinas Kepala Kejari.
Menurut keterangan Kejaksaan Agung, kasus pidana yang kini ditangani di Pengadilan Negeri Tapanuli Selatan (PN Tapsel) berawal dari dugaan pelanggaran Jovi Andrea terhadap Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia diduga sengaja mendistribusikan konten bernada asusila melalui Instagram dan TikTok, yang merusak nama baik dan kehormatan Nella Marsella. Insiden ini bermula pada 14 Mei 2024 ketika Jovi Andreamembuat unggahan di Instagram, disusul dengan enam unggahan lainnya di TikTok pada 19 Juni 2024, yang menurut Kejaksaan Agung, memuat tuduhan yang tidak berdasar.
Tinggalkan Balasan