Menurutnya, APBD merupakan instrumen utama dalam menjalankan pembangunan daerah. Tanpa pengawasan yang baik, anggaran berpotensi tidak tepat sasaran atau tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Ketika kader memahami struktur APBD, mereka bisa melihat apakah program pembangunan sudah tepat sasaran atau justru masih menyisakan persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PC PMII Bangkalan berharap para kader mampu memiliki kemampuan analisis yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“PMII juga menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader yang berperan sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.” pungkasnya.





