READNEWS.ID, PALU — Kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah periode 2026–2031 mulai mematangkan langkah kerja melalui rapat perdana pengurus. Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk menyatukan visi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjalankan organisasi dunia usaha di Sulawesi Tengah.

Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, ST., MT., IPM, menegaskan bahwa keberadaan KADIN harus mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Menurut Gufran, kantor KADIN bukan sekadar tempat administratif organisasi, melainkan harus menjadi ruang bersama bagi para pengusaha untuk berkarya, menyampaikan gagasan, membangun jejaring, sekaligus mengabdikan diri bagi kemajuan daerah.

“Kantor KADIN adalah rumah kita bersama. Tempat untuk berkarya, menyalurkan ide dan melakukan pengabdian,” tegas Gufran dalam rapat perdana tersebut.

Pertemuan perdana diawali dengan perkenalan antarpengurus. Selanjutnya, rapat membahas sejumlah agenda penting, termasuk persiapan pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus KADIN Sulawesi Tengah periode 2026–2031.

Ketua Umum KADIN Sulteng, Gufran Ahmad didampingi Ketua OKK KADIN Sulteng, Ihksan Syarifuddin dalam rapat perdana pengurus KADIN Sulteng. Pada, Kamis (10/9)

Gufran juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan organisasi. Salah satu syarat mutlak untuk menjadi pengurus KADIN adalah memiliki keanggotaan KADIN dengan klasifikasi usaha kecil sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara struktur kepengurusan KADIN Sulteng disusun mengikuti nomenklatur KADIN Indonesia. Pada masing-masing Wakil Ketua Umum (WKU) terdapat tiga komisi tetap (Kontap) yang akan menjadi bagian penting dalam menjalankan program dan fungsi organisasi.

Namun, bagi Gufran, struktur yang lengkap tidak akan berarti apabila hanya diisi nama-nama tanpa aktivitas nyata.

Ia menginginkan kepengurusan KADIN Sulteng periode 2026–2031 benar-benar diisi orang-orang yang memiliki komitmen untuk bekerja dan berkontribusi.

“Kepengurusan ini jangan hanya simbolis atau sekadar nama. Harus betul-betul menjadi bagian dari komitmen. Karena itu, kehadiran dalam setiap rapat dan pelaksanaan program kerja yang nyata harus berjalan,” ujarnya.

Suasana rapat perdana Pengurus KADIN Sulteng. FOTO: dok. Humas Kadin Sulteng/Rizky

Fokus Program yang Menghasilkan

Dalam kepengurusan lima tahun ke depan, KADIN Sulteng diarahkan untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi dunia usaha tersebut akan mendorong program-program konkret yang memberikan dampak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.