Gufran menyebut KADIN Sulteng akan fokus pada program nyata yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi pengusaha.

Orientasinya adalah menciptakan peluang usaha, membuka ruang bagi pengusaha lokal, serta mendorong keterlibatan dunia usaha dalam berbagai titik potensial yang berasal dari sumber daya yang dimiliki Sulawesi Tengah.

Dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang dimiliki daerah, KADIN diharapkan mampu menjadi jembatan antara potensi tersebut dengan pelaku usaha lokal.

Semangat tersebut sejalan dengan tema kepengurusan baru, “Dari Kolaborasi Menuju Prestasi”, serta jargon “Kadin Berani – Sulteng Nambaso.”

Pelantikan Menunggu Kepastian Ketua Umum KADIN Indonesia

Dalam rapat perdana tersebut, jajaran pengurus juga membahas rencana pelantikan dan pengukuhan kepengurusan KADIN Sulteng.

Salah satu agenda yang diajukan adalah pelaksanaan pelantikan pada 16 September 2026. Namun, tanggal tersebut masih menunggu kepastian jadwal Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, yang diketahui memiliki agenda kegiatan cukup padat.

Selain agenda pelantikan, rangkaian kegiatan KADIN Sulteng juga telah disiapkan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian tersebut antara lain Coffee Morning & Brainstorming “Sulteng, Negeri Kaya Mesti ber-Daya” pada Minggu, 13 September 2026 di Coffee Corner Lapangan Vatulemo, Palu.

Selanjutnya, pada 16 September 2026 direncanakan agenda Business Matching KADIN Indonesia bersama pelaku usaha Sulteng di Grand Sya Hotel, Palu, serta syukuran re-opening Kantor KADIN Sulteng di Jalan Yos Sudarso No. 7A, Palu.

Sementara puncak rangkaian agenda direncanakan melalui Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus KADIN Sulawesi Tengah periode 2026–2031 pada 19 September 2026 di Lapangan Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, dengan tetap menyesuaikan kepastian agenda KADIN Indonesia.

Dengan kepengurusan baru tersebut, KADIN Sulteng ingin mengubah paradigma organisasi dari sekadar wadah berkumpul menjadi kekuatan bersama yang mampu menciptakan peluang ekonomi.

Pesannya jelas: pengurus bukan sekadar nama di struktur organisasi, tetapi harus hadir, bekerja, dan menghasilkan.