Selasa, 23 Apr 2024
xPasang iklan readnews
Iklan di ReadNews Pasti Untung

Diusir Dari Arena Raimuna, Nasib Kontingen Poso Terkatung Katung

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Agu 2023 18:55 0 288 Syamsuyadi DS

READNEWS.ID, Semangat Nasional sebagai ajang untuk menciptakan jiwa kepanduan (Kepramukaan) yang Pancasilais tercederai hanya karena pandangan sempit dan naif dari panitia pelaksana.

Pasang Iklan

Pandangan diatas merupakan ungkapan kekecewaan yang di sampaikan oleh ketua kontingen Raimuna asal , Elisabeth Sippan. S.Sos.,MM, karena pihak panitia Raimuna Nasional tahun 2023, tanpa alasan yang jelas menolak dan langsung mengusir tim Raimuna asal kabupaten Poso saat tiba di arema Jambore di Cibubur, Timur.

Singkatnya kata Elisabeth, pihaknya telah mengikuti prosedur pendaftaran sebagaimana terdapat dalam link panitia yang disampaikan secara . “Proses pendaftaran kedua telah kami lakukan sebagaimana ketentuan yang ada dalam link panitia Raimuna Nasional, namun herannya, saat kami tiba di arena jambore, tanpa hati nurani kami di tolak dan di usir dengan alasan yang tidak jelas” ungkap Elisabeth saat di konfirmasi media ini, via Whats APP, (15/08).

Yang lebih menyakitkan, kontingen kabupaten Poso yang terdiri dari 18 orang peserta tingkat penegak serta 5 orang official, menjadi kebingungan dan terlantar di arena jambore, bahkan oleh panitia di abaikan sehingga mereka hanya tidur di pinggiran lapangan tanpa alas dan tenda.

Pasang Iklan

Perlu diketahui, berdasarkan informasi dari ketua kontingen, keikut sertaan kontingen Poso dalam kegiatan Raimuna ini merupakan peserta mandiri. Hanya karena semangat membangun jiwa kepramukaan, mulai dari peserta hingga official datang dengan biaya sendiri. “Kami datang dengan biaya sendiri tanpa ada sedikitpun bantuan dari kabupaten Poso. Ini semua kami lakukan karena ingin berpartisipasi dalam kegiatan kepramukaan nasional” tandas Elisabeth.

Setelah didesak oleh ketua rombongan, akhirnya dengan alasan yang terkesan di bait buat, panitia menyatakan alasan penolakan antara lain, Karema kabupaten yg tidak memiliki kepengurusan kwarcab, hingga alasan keterlambatan pendaftaran. “Kalau alasan pendaftaran, kenapa saat kami mendaftar dengan syarat menyetor uang sebesar 18 juta di terima oleh panitia” terang Elisabeth.

Saat ini kondisi kontingen Raimuna Poso serba kebingungan karena kondisi anggaran semakin menipis, belum lagi terdapat peserta yang jatuh sakit serta belum mendapat perawatan yang semestinya dan cuma terbaring di pinggir lapangan arena Jambore Raimuna. “Karena keberadaan kami dalan ketidak pastian, menyebabkan anggaran membengkak, bahkan untuk biaya kembali ke Poso pun kami belum dapat memastikan” urai Elisabeth. (SYM)

xPasang iklan readnews