PALU, READNEWS.ID – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palu berdampak pada aktivitas masyarakat dan operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari kerusakan barang dagangan, meningkatnya biaya operasional, hingga terhentinya pelayanan kepada pelanggan menjadi persoalan yang dikeluhkan warga.
Sejumlah pelaku usaha berharap persoalan pasokan listrik segera mendapatkan solusi agar kegiatan ekonomi tidak terus terganggu.
Ardin, warga Kelurahan Kawatuna, mengatakan pemadaman listrik cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia berharap kondisi tersebut segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan kegiatan secara normal.
“Pemadaman ini cukup mengganggu aktivitas. Kami berharap masalah ini segera teratasi,” ujar Ardin.
Dampak lebih langsung dirasakan Lusiana, pemilik toko kelontong di Kelurahan Lolu Selatan. Ia mengaku barang dagangan yang disimpan di lemari pendingin mengalami penurunan mutu, bahkan sebagian rusak akibat pemadaman listrik.
“Usaha kecil saya terdampak. Barang di lemari pendingin mengalami pengurangan mutu dan ada yang rusak. Jika pemadaman berlanjut, kami pelaku UMKM sangat terasa pengaruhnya,” kata Lusiana.
Keluhan serupa disampaikan Ayu Octa, pemilik usaha klinik kecantikan. Menurutnya, pemadaman listrik menyebabkan sejumlah pelanggan membatalkan reservasi. Bahkan, gangguan listrik pernah terjadi ketika perawatan terhadap pelanggan sedang berlangsung sehingga proses treatment terpaksa dihentikan.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan potensi kerugian materiil, tetapi juga dikhawatirkan memengaruhi kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan usaha.
“Banyak pelanggan saya yang membatalkan reservasi. Yang lebih parah, pemadaman terjadi ketika kami sedang melakukan treatment kepada klien. Terpaksa harus berhenti. Kami tidak saja mengalami kerugian materiil, tetapi juga menghadapi kondisi usaha yang semakin memprihatinkan,” ungkap Ayu.
Sementara itu, Ambo Ica, pedagang ikan di Pasar Masomba, mengaku harus menambah penggunaan es batu untuk menjaga kesegaran ikan ketika listrik padam. Sebelumnya, ia mengandalkan freezer sebagai fasilitas utama penyimpanan.
“Akibat pemadaman bergilir, penggunaan es batu kami meningkat. Sebelumnya kita mengandalkan pendinginan menggunakan freezer. Jelas biaya operasional kami bertambah. Bahaya jika terus berlanjut tanpa solusi,” ujarnya.
Dampak pemadaman juga dirasakan Galib, pengusaha percetakan. Ia mengatakan gangguan listrik menghambat operasional dan berpotensi menyebabkan keterlambatan penyelesaian pesanan. Situasi tersebut dikhawatirkan memengaruhi kepuasan klien yang mengandalkan ketepatan waktu produksi.
PLN Jelaskan Penguatan Pasokan Listrik
Menanggapi keluhan masyarakat dan pelaku usaha, Asisten Manajer Marketing PLN UP3 Palu, Natalia, menyampaikan bahwa PLN terus melakukan penguatan sistem kelistrikan Sulawesi untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pasokan listrik.





