“Terkait keandalan pasokan, PLN terus melakukan penguatan sistem kelistrikan Sulawesi. Pada 17 Oktober 2026, telah diresmikan penguatan interkoneksi Sidera–Palu melalui PLTD Sidera secara bertahap, dengan kapasitas tahap pertama 20 MW dari total 50 MW,” jelas Natalia.
Ia menerangkan bahwa sistem interkoneksi Sulawesi menghubungkan jaringan kelistrikan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Sistem ini memungkinkan penyaluran listrik antardaerah berdasarkan ketersediaan daya dan kemampuan jaringan.
“Melalui sistem ini, pasokan listrik dapat disalurkan antardaerah sesuai ketersediaan daya dan kemampuan jaringan, sehingga meningkatkan fleksibilitas serta keandalan pasokan. Namun, penyalurannya tetap bergantung pada ketersediaan pembangkit dan kapasitas jaringan,” ujarnya.
Kondisi Iklim Jadi Tantangan Kelistrikan
Natalia juga menjelaskan bahwa kondisi iklim menjadi salah satu tantangan bagi sistem kelistrikan, khususnya pembangkit yang bergantung pada sumber energi air.
“Di sisi lain, BMKG pada September 2026 menyampaikan bahwa El Niño berada pada kategori sangat kuat, bersamaan dengan IOD positif, yang berpotensi memperpanjang kekeringan dan menyebabkan musim hujan datang lebih lambat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pembangkit berbasis air, sehingga PLN terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan melakukan langkah mitigasi,” kata Natalia.
Ia menambahkan, penguatan sistem kelistrikan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden, khususnya ketahanan energi, serta Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.
“Penguatan ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden, khususnya ketahanan energi, serta RUPTL PLN 2025–2034 yang mendorong pengembangan pembangkit, penguatan jaringan transmisi, dan pemanfaatan energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat,” lanjutnya.
PLN Tanggapi Keluhan dan Kompensasi Pelanggan
Natalia mengatakan PLN memahami dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keandalan pasokan terus menjadi perhatian perusahaan.
“Kami memahami pemadaman berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, upaya menjaga keandalan pasokan terus menjadi perhatian PLN,” ujarnya.
Terkait kompensasi bagi pelanggan yang terdampak, Natalia menjelaskan bahwa pemberiannya mengacu pada ketentuan tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang berlaku, sesuai kriteria dan pengecualian yang diatur.
“Terkait kompensasi, pemberiannya mengacu pada ketentuan tingkat mutu pelayanan listrik yang berlaku, sesuai kriteria dan pengecualian yang diatur,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin untuk mendukung penyampaian informasi yang berimbang serta peningkatan pelayanan kelistrikan.
“Kami menghargai peran media dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Semoga komunikasi dan sinergi yang baik terus terjalin demi penyampaian informasi yang berimbang serta pelayanan kelistrikan yang semakin baik,” tutup Natalia.
Di tengah keluhan warga dan pelaku usaha, kepastian pasokan listrik menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan kegiatan ekonomi di Kota Palu. Pelaku UMKM berharap penguatan sistem kelistrikan yang disampaikan PLN dapat diikuti dengan peningkatan keandalan pasokan sehingga kerugian dan gangguan operasional akibat pemadaman dapat diminimalkan.





