READNEWS.ID, PALU – Kegiatan silaturahmi antara Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia Maman Abdurahman bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding menjadi forum strategis untuk mendengarkan aspirasi pelaku usaha serta membahas berbagai upaya memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting, mulai dari penguatan keterlibatan UMKM dalam sektor strategis, akses pembiayaan, perluasan pasar, pengembangan usaha lokal, hingga peluang ekspor komoditas unggulan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurahman menyampaikan bahwa pemerintah sedang memperkuat peran UMKM agar tidak hanya menjadi penonton dalam aktivitas ekonomi berskala besar, termasuk sektor pertambangan.
Menteri menjelaskan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan perlu melakukan engagement bisnis dengan pelaku usaha mikro di sekitar wilayah operasionalnya melalui pendekatan tanggung jawab bisnis corporate business responsibility (CBR).
Menurutnya, perusahaan harus mampu menciptakan hubungan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan usaha lokal dalam rantai pasok perusahaan.
“Perusahaan wajib menarik usaha-usaha lokal di sekitarnya agar ikut tumbuh bersama. Jangan sampai aktivitas ekonomi besar berjalan sendiri tanpa memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar,” ujar Menteri UMKM dalam forum tersebut.
Menteri UMKM juga menyampaikan besarnya perhatian pemerintah terhadap akses pembiayaan bagi sektor UMKM.
Dalam satu tahun, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM mencapai sekitar Rp2.400 triliun, dengan sekitar Rp300 triliun diarahkan untuk pembiayaan usaha mikro.
Pemerintah terus mendorong agar pelaku UMKM memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Hadir pula dalam acara silaturahmi bersama Ketua Umum KADIN Sulteng, Gufran Ahmad beserta para Wakil Ketua Umum dan Komisi Tetap KADIN Sulteng, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Bagus Rachman, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Christina Agustin, Staff Ahli Kemen UMKM RI, Sudaryano Lamangkona, Mantan Gubernur Sulteng ke-11, Rusdy Mastura dan sejumlah tokoh pegiat ekonomi dan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Penjelasan Pemerintah Terkait Kredit KUR UMKM
Dalam sesi dialog, Ketua Umum Perkumpulan Home Industri Indonesia (HOMINDO), M. Rizky Hidayatullah menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Bagus Rachman menjelaskan bahwa KUR bukan merupakan pemberian uang negara secara langsung kepada pelaku usaha, melainkan program dukungan pemerintah melalui subsidi bunga, sehingga masyarakat mendapatkan pembiayaan dengan bunga yang lebih ringan, yaitu sekitar 6 persen.
KUR memiliki beberapa kategori sesuai kebutuhan usaha, di antaranya:
- KUR Super Mikro
- KUR Mikro
- KUR Kecil
- KUR Khusus
- KUR Produktif
“Program tersebut difokuskan untuk mendukung sektor usaha mikro dan kecil yang produktif. Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga dapat melakukan pengusulan calon penerima sesuai kebutuhan dan data pelaku usaha,” ujar Bagus Rachman.
Dalam dialog bersama pelaku usaha, Salah satu pelaku usaha, Alfian menyampaikan persoalan terkait pangsa pasar sejumlah komoditas unggulan daerah, seperti budidaya sidat, durian, dan produk potensial lainnya.
Pelaku usaha berharap pemerintah dapat membantu membuka akses pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional.





