BPD dinilai memiliki fungsi yang lebih luas sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah melalui fungsi intermediasi, pembiayaan sektor produktif, dukungan kepada UMKM, serta sinergi dengan berbagai program pembangunan pemerintah daerah.

Karena itu, penguatan BPD disebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi daerah.

Serikat Pegawai Bank Sulteng juga mengajak seluruh elemen BPD di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi secara konstitusional, mengedepankan komunikasi dan dialog, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Mereka berharap setiap kebijakan terkait payroll ASN dapat dirumuskan secara objektif, transparan, dan adil dengan tetap memperhatikan kepentingan pembangunan daerah serta keberlangsungan BPD sebagai bank milik daerah.

“Payroll ASN adalah bagian dari kekuatan BPD. BPD Kuat, Ekonomi Daerah Kuat!” demikian seruan Serikat Pegawai Bank Sulteng.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Serikat Pegawai Bank Sulteng, Mohammad Prananda, sebagai bentuk sikap dan aspirasi dalam rangka menjaga keberlangsungan sekaligus memperkuat peran strategis BPD bagi pembangunan perekonomian daerah.