READNEWS.ID, BANJARNEGARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University menggelar Seminar Pertanian bertajuk “Inovasi Pestisida Nabati Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan” di Desa Kalilandak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (25/7).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu petani menghadapi tingginya serangan hama wereng yang selama ini menjadi persoalan utama di wilayah tersebut. Serangan hama tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan tanaman, tetapi juga berpotensi menurunkan hasil panen sehingga banyak petani masih mengandalkan pestisida kimia sebagai solusi pengendalian.
Seminar menghadirkan dua akademisi dari IPB University, yakni Dr. Bonjok Istiaji, S.P., M.Si. dan Dr. Ir. Heni Purnamawati, M.Sc., Agr.
Pada sesi pertama, Dr. Bonjok Istiaji memaparkan pentingnya penerapan sistem pertanian berkelanjutan melalui pengurangan penggunaan pestisida kimia. Ia mendorong petani mulai beralih memanfaatkan biopestisida nabati yang dinilai lebih aman bagi lingkungan, kesehatan, dan keberlanjutan produksi pertanian.
Sementara itu, Dr. Heni Purnamawati menjelaskan teknik budidaya tanaman yang baik agar tanaman mampu tumbuh optimal sekaligus memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Sebagai bentuk implementasi inovasi berbasis potensi lokal, Tim KKN-T IPB University memperkenalkan pemanfaatan daun pepaya sebagai bahan utama pembuatan biopestisida nabati. Daun pepaya diketahui mengandung senyawa aktif yang efektif membantu mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, sekaligus mudah diperoleh dan memiliki biaya produksi yang relatif murah.
Koordinator KKN-T Desa Kalilandak, Adib Adjimas Satrio, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan lima kelompok tani yang berasal dari lima dusun di Desa Kalilandak.
“Melalui kegiatan ini kami berharap petani dapat menerapkan pembuatan biopestisida secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitar mereka,” ujarnya.
Tak hanya menyampaikan materi, mahasiswa KKN-T IPB University juga menggelar sesi diskusi interaktif yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biopestisida nabati menggunakan daun pepaya dan bahan-bahan lokal lainnya. Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para petani tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari teknik pembuatan hingga cara pengaplikasiannya pada lahan pertanian.
Salah seorang perwakilan kelompok tani Desa Kalilandak, Pak Daryo, mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi para petani.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IPB University yang telah mengadakan kegiatan ini. Kelompok tani di Desa Kalilandak kini lebih memahami cara pembuatan dan penggunaan biopestisida nabati yang dibutuhkan masyarakat. Kami merasa bersyukur atas kehadiran mahasiswa KKN karena telah memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui seminar dan pelatihan ini, mahasiswa KKN-T IPB University tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai solusi inovatif untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Inovasi biopestisida nabati berbahan daun pepaya diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani Desa Kalilandak dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, sekaligus mewujudkan sistem pertanian yang lebih sehat, hemat biaya, dan berkelanjutan.
(Tim KKN-T IPB University Kalilandak)





