JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menerima sekitar 150 pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, KADIN Provinsi, serta berbagai asosiasi dunia usaha dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dalam pengantarnya menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Presiden kepada para pelaku usaha dari seluruh penjuru Indonesia untuk berdialog langsung di Istana Negara.
Menurut Anindya, dunia usaha saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perang dagang hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Namun, ia menilai Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat dengan pertumbuhan yang stabil dan inflasi yang terkendali.
“Kami memilih untuk tetap optimistis dan mencari solusi. Ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional,” ujar Anindya.
Ia menegaskan KADIN terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah karena terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kreativitas sektor swasta, bukan semata bergantung pada APBN maupun APBD.

Empat Program Quick Win KADIN
Dalam kesempatan itu, Anindya memaparkan empat program prioritas (quick win) yang dijalankan KADIN untuk mendukung agenda pemerintah.
Program pertama adalah Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong, yang hingga saat ini telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Program kedua ialah mendukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) melalui penyusunan white paper bertajuk Health is the New Wealth sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program ketiga berfokus pada peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelatihan dan sertifikasi terhadap sekitar 208 ribu pekerja migran, mengingat sektor tersebut menyumbang devisa hingga 17,1 miliar dolar AS.
Sementara program keempat adalah dukungan terhadap renovasi rumah tidak layak huni yang diyakini mampu menciptakan jutaan lapangan kerja sekaligus menopang program pembangunan tiga juta rumah pemerintah.
Dukung Koperasi Desa Merah Putih
KADIN juga menyatakan kesiapan bersinergi dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di sekitar 80 ribu desa. Bentuk dukungan yang disiapkan antara lain melalui sertifikasi, pelatihan, hingga penguatan aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, KADIN memperkuat diplomasi ekonomi internasional melalui pembentukan KADIN Global Engagement Office (GEO) guna mengawal implementasi berbagai perjanjian perdagangan internasional dan meningkatkan investasi asing ke Indonesia.
Anindya menyebut hingga semester pertama 2026, realisasi investasi nasional telah mencapai sekitar separuh dari target Rp2.041 triliun dan berhasil menciptakan hampir 1,5 juta lapangan kerja baru.

Luncurkan Platform “We Buy From Indonesia”
Dalam pertemuan tersebut, KADIN turut memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform digital yang memetakan rantai pasok nasional dan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari jaringan industri global.
Platform tersebut dirancang untuk memperluas peluang ekspor produk Indonesia sekaligus memperkuat keterhubungan pelaku usaha nasional dengan pasar internasional.
Menurut Anindya, dari nilai ekspor Indonesia sekitar 300 miliar dolar AS per tahun, sekitar 240 miliar dolar AS berasal dari sektor manufaktur dan berbagai industri di luar komoditas utama seperti batu bara, kelapa sawit, dan stainless steel.
Target Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
Menutup sambutannya, Anindya menegaskan dunia usaha siap mendukung target pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa sinergi pemerintah dan dunia usaha akan menjadi kunci dalam mempercepat investasi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Indonesia di pasar global.
Prabowo Subianto: Dunia Usaha Mitra Strategis Pembangunan Bangsa
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran KADIN Indonesia, para ketua KADIN daerah, asosiasi pengusaha, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Presiden menegaskan bahwa dirinya memprioritaskan pertemuan dengan KADIN karena memandang dunia usaha sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan bangsa (nation building).
“Saya memandang bahwa usaha pembangunan bangsa adalah proses yang sangat panjang,” ujar Presiden sebelum melanjutkan pemaparannya kepada para pengusaha yang hadir.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mempercepat investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendorong Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
KADIN Sulteng siap ambil peran
Menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum KADIN Indonesia, Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menegaskan bahwa jajaran KADIN di daerah siap menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Arahan Ketua Umum KADIN dan Bapak Presiden menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. KADIN Sulawesi Tengah siap mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah, meningkatkan investasi, memberdayakan UMKM, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha di daerah,” ujar Gufran.
Menurutnya, kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha akan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperluas kesempatan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Gufran juga menegaskan bahwa KADIN Sulawesi Tengah akan terus mendorong pelaku usaha lokal agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok nasional, mendukung program hilirisasi, serta memanfaatkan berbagai peluang investasi yang dibuka pemerintah.





