“Kami sadar, tanpa dana pembinaan yang jelas, sepak bola di daerah kita akan semakin tertinggal. Itulah mengapa kami mendukung usulan penetapan biaya pendaftaran calon Ketua PSSI sebesar Rp1 miliar,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Ia menegaskan, apabila usulan tersebut memperoleh persetujuan, dana yang direncanakan bukan diperuntukkan bagi panitia pemilihan maupun pengurus terpilih, melainkan untuk mendukung program pembinaan atlet dan klub di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Rencana pemanfaatan dana tersebut mencakup empat bidang utama, yakni pembinaan pemain muda di setiap kabupaten/kota, dukungan operasional klub peserta Liga 4, penyelenggaraan kompetisi usia dini secara berkelanjutan, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit di daerah.

Meski demikian, rincian mekanisme penghimpunan, pengelolaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban dana belum dijelaskan dalam pernyataan yang disampaikan. Aspek tersebut menjadi penting untuk diperjelas apabila usulan nantinya memperoleh persetujuan.

Menunggu Keputusan PSSI Pusat

Pengurus PSSI Sulteng berharap usulan tersebut dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan sepak bola dan memperoleh persetujuan dari PSSI Pusat. Namun, keputusan mengenai persyaratan pencalonan tetap menunggu proses persetujuan yang berlaku di organisasi.

Di tengah perhatian publik terhadap angka Rp1 miliar, transparansi mengenai status usulan, dasar penetapan nominal, serta tata kelola dana pembinaan akan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan klub dan masyarakat sepak bola.

PSSI Sulteng menyatakan harapannya agar langkah yang diusulkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola daerah, memperluas kesempatan bagi pemain muda, serta menjaga keberlangsungan klub dan kompetisi di Sulawesi Tengah.

Untuk saat ini, poin utama dari klarifikasi tersebut adalah bahwa biaya pendaftaran calon Ketua Umum PSSI Sulteng sebesar Rp1 miliar masih berstatus usulan dan belum diumumkan sebagai ketentuan resmi karena masih menunggu persetujuan PSSI Pusat.