PALU, READNEWS.ID – Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng), Hj. Ramiyatie, memastikan pelayanan transaksi perbankan melalui jaringan ATM Bersama telah kembali berjalan lancar. Sementara itu, operasional Bank Sulteng di seluruh kantor cabang tetap berlangsung normal, meskipun masih terdapat kendala pada sebagian transaksi melalui jaringan BRILink.

Hal tersebut disampaikan Hj. Ramiyatie dalam konferensi pers di Gedung Workshop Bank Sulteng, Jalan Tinombala, Palu, Jumat (6/11/2026).

Dalam keterangannya, Ramiyatie menjelaskan bahwa gangguan layanan yang sempat terjadi berkaitan dengan proses pemeliharaan jaringan sistem teknologi informasi yang berdampak pada konektivitas transaksi ke jaringan eksternal, khususnya transaksi antarbank.

Ia menegaskan bahwa manajemen Bank Sulteng terus melakukan langkah-langkah pemulihan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh layanan transaksi kembali berjalan optimal.

“Untuk pelayanan transaksi melalui jaringan ATM Bersama saat ini sudah kembali berjalan lancar. Operasional Bank Sulteng di seluruh cabang juga tetap berjalan normal. Namun, kami masih melakukan penanganan terhadap kendala transaksi melalui jaringan BRILink,” demikian penjelasan Direktur Utama Bank Sulteng.

Likuiditas Bank Tetap Terjaga

Lebih lanjut, Ramiyatie memastikan bahwa proses pemulihan sistem layanan perbankan tersebut tidak memengaruhi kondisi likuiditas Bank Sulteng.

Menurutnya, Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio kredit terhadap dana pihak ketiga tetap terjaga. Dengan demikian, gangguan konektivitas transaksi yang terjadi tidak berdampak pada kemampuan bank dalam menjalankan kegiatan operasional dan memenuhi kebutuhan layanan nasabah.

Manajemen Bank Sulteng tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional dan keuangan bank sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Upgrade 70 Unit ATM untuk Tingkatkan Kenyamanan Nasabah

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, Bank Sulteng juga telah melakukan pembaruan infrastruktur teknologi dengan meng-upgrade 70 unit ATM baru untuk menggantikan sistem ATM lama.

Pembaruan tersebut dilakukan guna meningkatkan keandalan layanan, kenyamanan, serta keamanan transaksi nasabah.

Ramiyatie menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu prioritas Bank Sulteng dalam menghadirkan layanan perbankan yang semakin modern dan dapat diandalkan.

Peningkatan Keamanan Sistem dalam Pengawasan OJK dan BI

Selain melakukan pembaruan infrastruktur ATM, Bank Sulteng juga menjalankan proses verifikasi peningkatan keamanan sistem dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan digital dan memastikan infrastruktur teknologi informasi perbankan memiliki keandalan yang semakin baik.

Peningkatan keamanan ini diarahkan untuk memberikan perlindungan terhadap aktivitas transaksi serta menjaga keamanan dan kepercayaan nasabah dalam menggunakan layanan Bank Sulteng.

Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf kepada Nasabah

Dalam kesempatan tersebut, Ramiyatie juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat terganggunya sebagian layanan transaksi perbankan.

Ia menegaskan bahwa manajemen telah menginstruksikan seluruh unit terkait untuk mempercepat proses pemulihan, melakukan pemantauan, serta memastikan pelayanan kepada nasabah tetap menjadi prioritas.

Bank Sulteng berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi infrastruktur teknologi maupun sistem keamanan digital.

Ramiyatie turut menyampaikan apresiasi atas kesabaran, pengertian, dan kepercayaan masyarakat kepada Bank Sulteng selama proses pemulihan berlangsung.

Melalui penguatan sistem teknologi informasi, pembaruan 70 unit ATM, serta peningkatan keamanan transaksi, Bank Sulteng berharap dapat memberikan pelayanan perbankan yang semakin aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.