Ramiyatie menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu prioritas Bank Sulteng dalam menghadirkan layanan perbankan yang semakin modern dan dapat diandalkan.
Peningkatan Keamanan Sistem dalam Pengawasan OJK dan BI
Selain melakukan pembaruan infrastruktur ATM, Bank Sulteng juga menjalankan proses verifikasi peningkatan keamanan sistem dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan digital dan memastikan infrastruktur teknologi informasi perbankan memiliki keandalan yang semakin baik.
Peningkatan keamanan ini diarahkan untuk memberikan perlindungan terhadap aktivitas transaksi serta menjaga keamanan dan kepercayaan nasabah dalam menggunakan layanan Bank Sulteng.
Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf kepada Nasabah
Dalam kesempatan tersebut, Ramiyatie juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat terganggunya sebagian layanan transaksi perbankan.
Ia menegaskan bahwa manajemen telah menginstruksikan seluruh unit terkait untuk mempercepat proses pemulihan, melakukan pemantauan, serta memastikan pelayanan kepada nasabah tetap menjadi prioritas.
Bank Sulteng berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi infrastruktur teknologi maupun sistem keamanan digital.
Ramiyatie turut menyampaikan apresiasi atas kesabaran, pengertian, dan kepercayaan masyarakat kepada Bank Sulteng selama proses pemulihan berlangsung.
Melalui penguatan sistem teknologi informasi, pembaruan 70 unit ATM, serta peningkatan keamanan transaksi, Bank Sulteng berharap dapat memberikan pelayanan perbankan yang semakin aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.





