“Jangan sampai momentum ekonomi yang begitu besar ini terhambat karena persoalan kelistrikan. Kita sedang membangun ekosistem industri durian untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Tetapi bagaimana mungkin investor bersedia membangun fasilitas pengolahan bernilai miliaran rupiah jika kepastian pasokan listrik belum terjamin?” tegas Faradiba.

KADIN Desak PLN Berikan Kepastian dan Solusi Konkret

Menghadapi kondisi tersebut, KADIN Kabupaten Parigi Moutong meminta PLN segera mengambil langkah konkret dan memberikan kepastian penyelesaian persoalan pasokan listrik di Sulawesi Tengah.

Faradiba menyampaikan tiga tuntutan utama.

Pertama, PLN diminta memberikan kepastian penyelesaian persoalan pasokan listrik disertai target waktu yang jelas agar dunia usaha dapat menyusun perencanaan operasional dan investasi secara terukur.

Kedua, PLN perlu menyiapkan pelayanan listrik yang andal bagi kawasan industri, gudang pengolahan durian, fasilitas cold storage, serta unit produksi yang berorientasi ekspor.

Ketiga, PLN didorong membuka dialog resmi bersama KADIN, pemerintah daerah, investor, dan pelaku industri untuk merumuskan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Ia menegaskan, tuntutan tersebut bukan permintaan perlakuan istimewa, melainkan kebutuhan mendasar agar kegiatan ekonomi dan investasi dapat berjalan dengan kepastian.

“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami meminta kepastian energi sebagai kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan usaha dan investasi,” katanya.

Listrik Menjadi Penentu Kepercayaan Investor

Faradiba juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh hanya berfokus mempromosikan potensi investasi tanpa memastikan kesiapan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, promosi investasi harus diikuti dengan jaminan ketersediaan energi, infrastruktur produksi, dan kepastian pelayanan yang dibutuhkan dunia usaha.

PLN, lanjutnya, perlu melihat persoalan ini tidak hanya dari perspektif pelayanan pelanggan rumah tangga, tetapi juga dari sisi keberlangsungan industri dan masa depan perekonomian daerah.

“Saya ingin menegaskan bahwa Sulawesi Tengah tidak boleh kehilangan peluang investasi bukan karena kekurangan sumber daya alam, bukan karena kekurangan bahan baku, dan bukan karena tidak memiliki pasar, tetapi karena tidak memiliki kepastian pasokan listrik,” tegasnya.

Ia berharap PLN segera menghadirkan solusi nyata sebelum ketidakpastian energi memengaruhi keputusan investasi dan rencana ekspansi perusahaan.

Bagi KADIN Parigi Moutong, persoalan ini merupakan peringatan penting bagi masa depan industrialisasi Sulawesi Tengah. Potensi durian yang melimpah, peluang ekspor, serta minat investor harus ditopang oleh infrastruktur energi yang memadai.

“Listrik adalah urat nadi industri. Jika pasokan energi tidak memiliki kepastian, maka masa depan investasi, ekspor, dan industrialisasi Sulawesi Tengah ikut dipertaruhkan,” tutup Faradiba.

Kini, perhatian dunia usaha tertuju pada langkah konkret PLN dalam menjawab persoalan tersebut. Sebab, di tengah terbukanya peluang pasar durian beku internasional, kepastian energi bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, melainkan salah satu faktor penentu kepercayaan investor dan daya saing ekonomi Sulawesi Tengah.