READNEWS.ID, PALU – Di tengah perubahan lanskap ekonomi dan tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) mampu menjaga performa bisnisnya dengan mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
Kinerja tersebut menjadi gambaran bahwa bank milik daerah ini terus memperkuat fundamental usaha sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi regional Sulawesi Tengah.
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, Bank Sulteng berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp277,6 miliar pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, dan peningkatan kontribusi bagi daerah.
Tidak hanya dari sisi profitabilitas, ekspansi bisnis Bank Sulteng juga terlihat dari peningkatan penyaluran kredit. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp8,40 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan kredit ini menunjukkan keberlanjutan fungsi intermediasi Bank Sulteng dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Aset Menguat, Kepercayaan Pasar Terjaga
Pertumbuhan bisnis tersebut turut berdampak terhadap peningkatan skala perusahaan. Total aset Bank Sulteng tercatat mencapai Rp14,21 triliun, meningkat sebesar 12,04 persen.
Peningkatan aset ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memperluas kapasitas usaha sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.
Dalam menjalankan ekspansi bisnis, Bank Sulteng juga tetap memperhatikan aspek kehati-hatian. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah yang masih berada dalam batas aman, dengan NPL Gross sebesar 3,17 persen dan NPL Net sebesar 2,16 persen.
Pengelolaan kualitas kredit menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas perusahaan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Bukan Sekadar Bank, Tetapi Instrumen Pembangunan Daerah
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, keberadaan Bank Sulteng tidak hanya diukur dari capaian bisnis, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Pada tahun berjalan, Bank Sulteng memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui pembagian dividen sebesar Rp59,5 miliar.
Kontribusi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata peran perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung kapasitas pembangunan Sulawesi Tengah.
Pengakuan Nasional Atas Kinerja Perusahaan
Performa positif Bank Sulteng juga mendapat perhatian di tingkat nasional. Pada tahun 2026, Bank Sulteng memperoleh penghargaan sebagai BPD dengan Kinerja Sangat Baik Tahun 2025 dalam ajang The Asian Post BUMD Awards 2026 kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola, serta menjaga keberlanjutan bisnis.
Menatap Ekonomi Daerah yang Lebih Kompetitif
Pertumbuhan Bank Sulteng terjadi bersamaan dengan dinamika pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah yang terus berkembang.
Dengan posisi strategis sebagai lembaga keuangan daerah, Bank Sulteng memiliki peran penting dalam menyediakan akses pembiayaan, memperkuat sektor usaha, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, tantangan industri perbankan akan semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan manajemen risiko.
Namun dengan fondasi kinerja yang telah dibangun, Bank Sulteng memiliki modal penting untuk terus berkembang dan memperluas kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah.





