“Kami ingin pengusaha Sulawesi Tengah tidak hanya berpikir tentang bagaimana membangun bisnis, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat pengusaha lokal dan ikut menjaga kepentingan nasional,” katanya.

Menurut Gufran, pertumbuhan investasi dan aktivitas industri harus mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta membuka ruang yang semakin besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Karena itu, peningkatan kompetensi pengusaha perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter kepemimpinan dan pemahaman mengenai kepentingan daerah maupun nasional.

Gufran berharap enam pengurus KADIN Sulteng yang mengikuti PPNK Lemhannas RI nantinya dapat membawa pengetahuan, pengalaman dan perspektif baru untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Sulawesi Tengah.

“PPNK ini merupakan investasi sumber daya manusia dan investasi kepemimpinan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi, membangun dunia usaha dan memberikan kontribusi bagi daerah serta bangsa,” tegasnya.

Ia juga menegaskan KADIN Sulawesi Tengah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat, produktif dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan peningkatan angka investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan penguatan pelaku usaha daerah.

“KADIN harus menjadi rumah bersama bagi dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengusaha harus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional,” pungkas Gufran.