Tujuh Pokja Rumuskan Solusi Konkret Dunia Usaha

Dalam rangkaian Rapimprov, peserta juga mengikuti sidang komisi melalui pembagian tujuh kelompok kerja (Pokja) yang membahas berbagai isu strategis ekonomi daerah.

Pokja 1: Struktur Pelaku Usaha dan Jalur Naik Kelas membahas strategi agar usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil dan menengah, hingga mampu masuk ke dalam rantai pasok industri besar dengan legalitas usaha yang kuat.

Pokja 2: Rantai Nilai Usaha Rakyat fokus membedah persoalan distribusi komoditas lokal, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran agar produk daerah memiliki daya saing lebih luas.

Pokja 3: Hilirisasi, Energi, dan Nilai Tambah Industri mendorong perubahan pola ekonomi Sulawesi Tengah agar tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah melalui proses hilirisasi dan keterlibatan vendor lokal.

Pokja 4: Produktivitas, SDM, dan Adopsi Teknologi membahas peningkatan kualitas tenaga kerja, percepatan digitalisasi bisnis, serta mendorong munculnya pengusaha muda yang inovatif.

Pokja 5: Ketahanan Ekonomi, Keamanan Berusaha, dan Industri Pertahanan mengkaji upaya menciptakan iklim usaha yang aman melalui penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum bagi investor maupun pelaku usaha lokal.

Pokja 6: Diplomasi Ekonomi dan Perdagangan memetakan berbagai produk unggulan daerah yang berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Pokja 7: Penguatan Kelembagaan KADIN Indonesia dan KADIN Daerah diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi, termasuk profesionalisme sekretariat dan kepengurusan KADIN di tingkat kabupaten/kota.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Sulawesi Tengah

Rapimprov KADIN Sulteng 2026 juga menjadi momentum perayaan Tasyakuran HUT ke-58 KADIN Indonesia. Acara tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah bersama jajaran pengurus dan peserta Rapimprov.

Suasana kebersamaan terlihat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan komitmen bersama para pelaku usaha untuk membangun ekonomi daerah yang lebih kuat dan berdaya saing.

Melalui rangkaian sidang pleno, mulai dari penyampaian laporan kondisi organisasi KADIN kabupaten/kota hingga penyusunan rekomendasi akhir, Rapimprov diharapkan menghasilkan dokumen kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi pedoman nyata dalam menggerakkan sektor usaha.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar, posisi geografis yang strategis, serta perkembangan investasi yang terus tumbuh, Sulawesi Tengah memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan keberanian mengambil langkah strategis, KADIN Sulawesi Tengah optimistis dapat berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.